Friday, September 30, 2011

The Pilot's Women

The Pilot's Women
Tinggallah dihatiku selamanya...



Seorang teman pernah berkata, "Cinta itu bisa buat orang jadi bodoh sebodoh bodohnya." Dan waktu itu aku menanggapinya hanya sebagai candaan, walau mungkin sebagian hati mengangguk tanda setuju.

Kenapa kalimat itu sampai terucap, karena sebelumnya kami mendengar cerita dari seorang teman yang bercerita tentang apa yang sudah dilakukan demi orang yang dicintainya. Berkorban, seperti itulah kami menamakannya.

Mungkin nggak aneh sie berkorban demi orang yang kita cintai, tapi ketika kenyataannya cinta itu bertepuk sebelah tangan... apa masih salah kalau akhirnya terucap kata-kata tadi? "Cinta membuat orang jadi bodoh!"

*** *** ***

Kembali ke novel.

Buku ini kurang lebih bercerita hal yang sama, tentang pengorbanan seorang wanita demi orang yang dicintainya. Wanita itu bernama Rhenata, yang akhirnya bertemu lagi dengan seorang pilot, Erick, yang dulu pernah menjadi cinta pandangan pertamanya yang terpendam.

Rhenata bertemu lagi dengan Erick disaat lelaki itu tengah berada dalam depresi berat dikarenakan kecelakaan pesawat yang akhirnya membuatnya lumpuh. Kehilangan cita-cita terlebih lagi seakan tak ada orang yang peduli padanya, mulai dari orang tua yang dirasakannya mulai menjauhinya dan tunangannya yang memutuskan untuk meninggalkannya, sepertinya wajar jika Erick depresi dan menutup diri dari orang lain disekitarnya.

Disaat keadaan Erick sedang jatuh tersebut, hadir Rhenata yang bertugas sebagai perawatnya. Beda dengan Rhenata, yang langsung ingat pada Erick (ya iyalah... cinta pandangan pertamanya gitu loh :p) ia tidak ingat pada Rhenata. Sikap Rhenata yang bagi Erick begitu ingin masuk dalam dunianya membuat ia tidak suka, bahkan membenci Rhenata. Sikap Erick yang awalnya hanya mendiamkan dan bersikap dingin pada Rhenata tak membuat wanita itu menyerah dalam mendekati Erick.

Disinilah ditunjukkan bagaimana pengorbanan Rhenata demi Erick, sang pilot. Mulai dari sikap acuh dan dingin hingga sikap kasar dari Erick ia terima tetapi tak membuatnya menyerah dan tetap mencoba segala cara untuk dapat melunakkan hati Erick.

Karakter Rhenata dan Erick dibangun cukup kuat dalam novel ini, dan yang lain benar-benar hanya sekedar numpang lewat. 

Karakter Erick yang benar-benar "jatuh" karena bisa dikatakan hampir kehilangan segalanya. Seorang pilot yang seharusnya menerbangkan pesawat dan karirnya sedang menanjak tiba-tiba dalam sekejab hanya bisa duduk saja, bahkan untuk melakukan aktivitas sehari-hari ia harus bergantung pada orang lain. Membayangkan segalanya berubah dan masa depan yang begitu suram yang akan dihadapi nantinya, sudah begitu menguras emosi. 

Sedang karakter Rhenata, sebagai seorang yang tidak mudah menyerah begitu saja tergambar begitu kuat. Menerima keadaan Erick yang tidak sama lagi dengan awal ia mengenalnya. Menerima keadaan Erick apa adanya, dan juga perlakuan yang mungkin awalnya bisa dimaklumi hingga sikap-sikap yang bisa dikatakan begitu egois.

***

Mungkin apa yang dilakukan Rhenata dalam novel ini termasuk kategori "cinta membuat orang menjadi bodoh" walau juga tidak menutup kemungkinan atau bahkan memang banyak orang yang memang melakukannya. Namanya juga cinta... mau bagaimanapun sepertinya tidak ada penjelasan logisnya. :)

Novel ini sampai dengan bab-bab hampir pertengahan sedikit bisa ditebak bagaimana endingnya, tetapi segala konflik yang timbul dan penuturan yang apik dari penulis membuat ingin terus membaca dan menyelesaikan novel ini. Walau ada beberapa pengulangan adegan dan plot. :)

Judul: The Pilot's Women
Penulis: Dahlian
Penerbit: Gagas Media
Tebal: 243 halaman
ISBN: 9789797804411

11 comments:

  1. Hehehe.. Cerita tentang cinta ini memang ngga akan ada abisnya ya.. :) :)

    ReplyDelete
  2. @ penikmat buku
    3 dari 5 bintang ^^

    @ annisa
    dan selalu aja ada yg menarik untuk diceritakan :)

    ReplyDelete
  3. Bukunya Dahlian yg belum ak baca, biasanya romantis abis, mungkin di buku ini juga begitu kah? :)abis, mungkin di buku ini juga begitu kah? :)

    ReplyDelete
  4. Iyalah, karena cinta datang dari hati, bukan logika. Tapi kurasa Rhenata bukanlah "bodoh", hanya ulet aja..

    Yayy...seneng Inget ikutan posting bareng BBI. Moga ntar setelah melahirkan, gak padam ya semangat baca & reviewnya!

    ReplyDelete
  5. cinta hanyalah ilusi yang ditimbulkan hati manusia yg lemah
    suatu saat nanti saya akan menghancurkan dunia dan seluruh umat manusia hingga yang tersisa hanyalah sisa-sisa eksistensi kehidupan yang pernah ada

    ReplyDelete
  6. Benar memang, cinta membuat kita bodoh se bodoh-bodohnya..
    Tapi tak jarang cinta membuat kita pintar se pintar-pintarnya..

    salam kenal ya..

    ReplyDelete
  7. Cinta,kasih dan sayang; bukan persoalan ia lelaki atau ia perempuan.

    Salam sahabat

    ReplyDelete
  8. sebenarnya cukup rumit kalau kita membahas tentang cinta yang jelas, ketika kita mencintai seseorang, ingat lah kita masih punya tuhan yang lebih kita cintai lagi...
    salam blogger/kenal yo....

    ReplyDelete
  9. salam kenal Inge, kayaknya genre fav kita sama :)

    ReplyDelete
  10. berkunjung sob..salam kenal.sukses ngeblog-nya :)

    ReplyDelete