Tuesday, September 17, 2013

My Cup Of Tea



Judul : My Cup Of Tea
Penulis : Nia Nurdiansyah
Penerbit : GagasMedia
Tebal : 353 Halaman
ISBN : 978 979 780 632 3


Sinopsis :

“People who are meant to be together will always find their way back to each other. They may take detours in life but they’re never lost.”

Shereen tahu, pesan itu bisa ditujukan untuk siapa saja. Apakah itu menggambarkan hubungannya dengan Park Min Ho, atau justru dengan Dipi – tak ada yang tahu. Karena ia memang tidak pernah benar-benar yakin apakah seserang memang benar-benar ditakdirkan untuknya, atau tidak.

Namun, terkadang ada sepercik kepercayaan di hati, tentang apa yang seharusnya diperjuangkan, dan apa yang seharusnya dilepaskan.

Beberapa orang singgah untuk bersama dalam jangka waktu yang lama, sementara yang lain hanya lewat untuk menemani sesaat. Pada suatu waktu, ada dia yang mungkin tanpa kehadirannya, kita sama sekali tidak dapat menahan sebuah penderitaan seorang diri.

***

Kisah Shareen dan Dipi, yang bersahabat sejak mereka kecil. Dipi yang usianya lebih muda dari Shareen, sudah dianggap adik oleh Shareen yang harus selalu dijaganya. Tetapi ternyata hal itu tidak berlaku untuk Dipi. Ia tidak suka diperlakukan terus seperti anak kecil.

Mereka berdua bertumbuh, tetapi persahabatan mereka tetap terbina. Dipi walau lebih muda bisa menjadi teman Shareen untuk bercerita, walau tak semua hal diceritakan oleh Shareen, karena baginya Dipi tak akan mengerti tentang permasalahan “wanita”.

Namun, seiring berjalannya waktu Dipi menyadari perasaannya pada Shareen. Perasaan yang berbeda dengan perasaan seorang sahabat, perasaan yang lebih dari itu. Perasaan itu ia simpan sendiri tak ia katakan pada Shareen, jadilah ia menjadi tempat curhat setia untuk cerita Shareen tentang kekasih-kekasihnya. Resiko?

***

Kisah sahabat dengan beda genre dan akhirnya terselip cinta diantara keduanya sepertinya sudah begitu jamak. Errr, sebelum baca buku ini kebetulan sekali saya membaca dua buku berbeda tetapi dengan cerita yang diusung sama. Sahabat jadi cinta. Ugh!

Tapi pastinya cara bercerita yang berbeda tentunya membuat semuanya terasa berbeda. Dalam buku ini, Nia menghadirkan racikan berbeda, yaitu menceritakan bagaimana awal pertemuan Shareen dan Dipi, bagaimana mereka akhirnya menjadi begitu dekat satu sama lain. Selain itu, Nia juga menyuguhkan hal berbeda lain, yaitu kecintaan Dipi akan teh, dan Nia menceritakan awal mula semua itu.

 Namuuuun, bagiku racikan ini justru menjadi seperti kesalahan, karena alur mundur yang hadir dan dengan komposisi yang banyak membuat saya sedikit merasa bosan saat membacanya.

Sedang hal lain yang aku rasa cukup mengganggu adalah PoV yang digunakan oleh Nia. Bab ini menggunakan sudut padang orang ketiga, kemudian beralih ke sudut pandang Dipi, eeeeeh kemudian mendadak beralih ke sudut pandang Shareen, dan kembali kesudut pandang orang ketiga.

Penggunaan sudut pandang yang jamak sebenarnya tidak masalah, tetapi jika tidak ada pengantar atau ketetapan (seperti ganti bab ganti sudut pandang, dan itu konstan) maka pembaca dibuat bingung. ‘Loh kok Dipi mikirnya gini, oooooh ternyata sudut pandang Shareen’. Ya, komentar seperti itu terucap juga sih akhirnya saat baca.

Beberapa tokoh juga sepertinya dimasukkan secara paksa, yang begitu terlihat adalah Park Min Ho. Tokoh yang kebetulan ketemu, terus jadi temen curhat dan ah… terlalu cepat pokoknya.

Yang aku suka dari buku ini adalah kalimat-kalimat cantik yang bertebaran. :) Selain itu covernya walau mungkin terlihat biasa tapi tetap menarik perhatian. Kemudian errrr, potongan-potongan lirik lagu yang membuat saya ingin mendengarkan lagunya secara utuh.


Jadi, ya itulah awalnya saya berikan 2,5 bintang untuk buku ini… tapi rasanya bisa menjadi 3 jika saja sebelum membaca buku ini saya tidak membaca 2 buku yang mengangkat topik yang sama – sahabat jadi cinta. :D

No comments:

Post a Comment