Wednesday, May 24, 2017

Being Henry David

Kenangan, segala apa yang terjadi dalam hidup memang akan menjadi kenangan. Tak sedikit yang ingin kita simpan, berharap tak pernah melupakan, tapi... tak sedikit juga yang ingin dilupakan. Pernah nggak terlintas dipikiran, andai saja menghapus kenangan buruk semudah menekan tombol delete??

Bagaimana ketika kita ingin menghilangkan sebagian, namun yang terjadi justru semuanya terhapus??

Itulah yang terjadi pada 'Henry David'.

Judul : Being Henry David
Penulis : Cal Armistead
Penerjemah : Dewi Sunarni
Penerbit : Spring
Tebal : 256
ISBN : 9786027150577
Sinopsis

'Hank' tersadar di Stasiun Penn, New York tanpa ingatan. Pemuda berumur tujuh belas tahun itu tidak tahu namanya, siapa dirinya, dan dari mana ia berasal. Satu-satunya petunjuk yang ia miliki adalah sebuah buku berjudul 'Walden' karya Henry David Thoreau yang ada di tangannya. Menggunakan buku itu, ia mencoba mencari jati dirinya. Dapatkah ia mengingat kembali siapa dirinya?

Atau lebih baik ia tidak mengingatnya sama sekali?
***
Henry David, nama yang pertama kali tokoh utama gunakan untuk dirinya karena ia melupakan siapa sebenarnya dirinya, dan hanya buku 'Walden' karya Henry David yang menjadi petunjuk baginya. Sebelum ia memulai 'petualangan'nya untuk menemukan siapa sebenarnya dirinya, justru ia mendapatkan masalah dari seseorang yang memberinya nama panggilan 'Hank', Jack dan Nessa. Ia hampir terjerumus dalam dunia narkoba.

Setelah melalui masalah itu, walau tetap membuatnya tak bisa tenang... akhirnya Hank memulai perjalanannya dengan menggunakan buku Walden ia menuju Concord, Massachusset, tempat Danau Walden berada.

Hal yang menarik adalah ketika ia seakan hafal diluar kepala tulisan Henry David Thoreau. Hal itu tak ayal membuatnya disangka sebagai reinkarnasi Henry David. 
***
Hal yang menarik dari buku ini adalah ia mengangkat tema amnesia, tema yang kadang malah membuat sebuah cerita jadi kurang menarik. Dan buat saya, penulis cukup sukses merangkai cerita, sehingga tema amnesia ini justru membuat buku ini semakin menarik dan ingin segera mengikuti tiap petualangan tokoh utamanya.

Terbangun di suatu tempat dengan tidak mengetahui sedikitpun tentang dirinya sendiri, awal yang membuat saya ikut bertanya-tanya... siapa sebenarnya tokoh utama ini, apa yang sebenarnya terjadi padanya. Ikutan menebak, apa dia ini memang reinkarnasi Henry David. πŸ˜‚πŸ˜‚

Kata-kata dalam buku ini indah, terutama dari buku Walden. Ada beberapa quote yang saya suka, dan ini salah satunya :


Aku menyadari bahwa menyendiri adalah bagian terbaik dari waktu. Ditemani, walaupun dengan sahabat terbaik, akan segera melelahkan dan lenyap. Aku sangat menyukai kesendirian. Aku tak pernah menemukan sahabat yang setia seperti kesendirian.
Selain itu, ada juga sisi romance walau nggak banyak tapi cukup memberi warna untuk buku ini. 

Cerita dengan mengangkat lupa ingatan atau amnesia itu menurut saya cukup rawan, kalau pengolahan ceritanya  gak bagus maka yaaa... fatal banget. Tapi penulis Beinh Henry David ini menurut aku sangat berhasil. 

Penulis berhasil menghadirkan cerita yang buat saya cukup berbeda, walau mengangkat kisah amnesia. Perjalanan Hank untuk menemukan siapa sebenarnya dirinya... juga apa yang akhirnya ia dapatkan, juga memberikan pembelajaran tersendiri.

Menarik, dab saya suka dengan cerita Hank ini.
4/5 🌟🌟🌟🌟

No comments:

Post a Comment