Ketika dihadapkan pada dua pilihan kadang kita secara tak langsung diajak untuk berspekulasi tentang apa yang akan terjadi di masa yang akan datang. Akankah pilihan kita membawa kebahagiaan, atau malah sebaliknya. Akankah kita menyesali pilihan tersebut. Apakah cukup ketika kita hanya berpedoman pada kata hati saja, ataukah pada akal saja. Karena tak jarang pilihan itu bertolak belakangantara satu dan lainnya.
Tentunya kita tak ingin jika sampai kitamenyesali keputusan kita nantinya.
