Saturday, April 27, 2013

Seasons To Remember



Judul : Seasons To Remember
Penulis : Ilana Tan
Penerbit : P.T. Gramedia Pustaka Utama
Tebal : 160 Halaman
ISBN : 978 979 229 142 1

Pengantar :

Pembaca yang baik,

Ketika pertama kali aku menulis Summer in Seoul, gagasan untuk membuat tetralogi sama sekali tidak terpikirkan olehku. Summer in Seoul, yang pada awalnya memiliki judul yang sama sekali berbeda, kutulis untuk diikutsertakan dalam lomba. Karena aku tidak menang (hiks...), aku membongkar dan merapikan kembali cerita itu, mencari judul yang lebih menarik (terus terang saja, judul awalnya sangat mengerikan), lalu mengirimkannya kepada Gramedia Pustaka Utama. Hasilnya? Summer in Seoul pun diterbitkan. Hore!

Setelah itu, aku mulai memikirkan buku berikut. Dan Tara Dupont, yang pertama kali muncul di Summer in Seoul sebagai tokoh sampingan, terlihat seperti karakter yang menarik. Dia terkesan seperti seseorang yang punya banyak cerita. Jadi aku pun menghampirinya dan membiarkannya bercerita.

Ide untuk membuat tetralogi muncul setelah Autumn in Paris selesai ditulis. Saat itu aku berpikir, ”Karena sudah ada musim panas dan musim gugur, sebaiknya aku melanjutkan dengan musim dingin dan musim semi. Baiklah, sekarang apa yang harus kutulis untuk cerita musim dingin?” Langsung saja, Ishida Keiko melangkah maju dan bertanya apakah aku bersedia menulis cerita tentang dirinya. Aku tidak mungkin menolak kesempatan itu.

Di tengah-tengah penulisan Winter in Tokyo, aku sadar bahwa setelah ini aku harus menelusuri kehidupan kembaran Keiko, Naomi, yang hanya pernah diungkit-ungkit namun tidak pernah terlihat. Banyaknya kemungkinan alur cerita yang bisa diberikan Naomi yang misterius menegaskan keputusanku untuk mengikutinya dan menulis kisah hidupnya.

Masing-masing penulis memiliki cara tersendiri dalam menulis. Aku pun begitu. Aku tidak membuat rencana atau kerangka ketika menulis. Satu cerita hanya diawali satu ide sederhana, lalu aku menunggu ide itu berkembang dengan sendirinya. Aku mengamati ke mana alur cerita itu mengalir dan menulis mengikuti aliran itu. Aku tidak pernah menyuruh tokoh-tokohku melakukan tindakan tertentu atau mengucapkan kata-kata tertentu. Aku hanya menempatkan mereka dalam suatu keadaan, lalu melihat apa yang mereka lakukan dan apa yang akan mereka katakan. Karena ini kisah mereka, bukan kisahku.

Gramedia Pustaka Utama-lah yang pertama kali memberikan ide untuk membuat journal ini, dan dengan journal ingin aku ingin mengajak kalian mengenang kembali setiap kisah dalam keempat musim itu. Kuharap kalian bisa menemukan kutipan kesukaan kalian dalam journal ini. Silakan menambahkan kesan-kesan kalian sendiri di setiap halamannya.

Akhir kata, aku ingin berterima kasih atas dukungan kalian selama ini. Kuharap kalian menikmati kisah setiap musimnya sebesar aku menikmati menulis setiap patah kata dalam setiap kisahnya.


Ilana Tan

*** 
 
Awalnya cukup senang saat mengetahui Ilana Tan akan mengeluarkan buku terbaru. Tapi kemudian sedikit mengerutkan kening saat tau ternyata bukan novel yang akan diterbitkan, melainkan sebuah jurnal dari tetralogi  musim yang telah terbit sebelumnya.

Lagi-lagi, awalnya cukup tertarik, karena membayangkan akan ada cerita dibalik pembuatan buku tetralogi musim yang keempat-empatnya aku suka. Tapi (lagi-lagi), mendapat info bahwa buku itu berisi kutipan beberapa kata-kata yang ada dibuku tetralogi empat musim. Kutipan?

Membayangkan isinya bagaimana aja rasanya langsung sedikit ilang feeling. :(

Walau promosi di twitter menurut aku cukup gencar, dan menampilan bagian buku yang full colour. Tapi tetap saja membayangkan isinya yang terdiri dari kutipan-kutipan gitu yang terpikir cuman, aaaaah… kalau cuman bikin kumpulan kutipan mah bisa sendiri!! :( Seperti bikin buku kumpulan quotes kan? Walau mungkin memang tidak dicetak secara masal dan dengan kertas berwarna sebagus Season To Remember.

Akhirnya, diputuskan untuk meminjam (hehe, maaf Ilana Tan :D) Alhamdulillah ada temen yang beli dan satu kota (thx to Stefanie).

Setelah buku ditangan, sedikit membatin, “Alhamdulillah ndak jadi beli” :p Bukan karena isinya jelek, atau apa… tapi untuk buku seharga buku Season To Remember dan mendapatkan isi yang seperti itu seperti membeli notes dengan quotes didalamnya. Jadi (buat aku yang berkantong cekak ini) kemahalan!

Tapi tetap lah, buku sudah ditangan so dibaca donk. Lumayan banyak kutipannya, dan beberapa pastinya disuka. ^^ Dan satu lagi baca kutipan-kutipan itu jadi pengen re-read buku tetralogi musimnya *lirik timbunan*.

Ini beberapa (lumayan banyak ternyata) kutipan yang aku suka. ^^

“Aku bisa melupakan semuanya, tapi aku tidak akan kembali pada orang yang sudah meninggalkanku.”
- Sandy kepada Lee Jeong Su

Ia tidak boleh penasaran karena rasa penasaran itu akan terus menggerogotinya seperti lubang di gigi yang bisa membuat seluruh badan ikut sakit.

“Kalau tidak tahu kesalahanmu, tidak perlu minta maaf!”
- Tara Dupont kepada Sebastian Giraudeau


“Hidup ini sungguh aneh, juga tidak adil. Suatu kali hidup melambungkanmu setinggi langit, kali lainnya hidup menngempaskanmu begitu keras ke bumi. Ketika aku menyadari dialah satu-satunya yang paling kubutuhkan dalam hidup ini, kenyataan berteriak di telingaku dia juga satu-satunya yang tidak boleh kudapatkan.
- Tatsuya Fujisawa di acara “je me souviens…

***

“Orang yang membutuhkan perubahan suasana biasanya ingin melupakan sesuatu.”
- Ishida Keiko kepada Nishimura Kazuto

Seharusnya ia tahu. Seharusnya ia sadar. Mimpi tidak akan bertahan lama. Ia boleh saja hidup dalam mimpi, tetapi cepat atau lambat kenyataan akan mendesak masuk. Dan ketika kenyataan mendesak masuk dan berhadapan denganmu, kau hanya bisa menerima.

***

Kesibukan adalah pelindungnya. Kesibukan bisa mengalihkan perhatiannya. Kesibukan bisa membuatnya tidak memikirkan hal-hal yang tidak ingin dipikirkannya.

Apakah kau benar-benar bisa berteman dengan orang yang bisa membangkitkan mimpi-mimpi terburukmu?

“Masa lalu tidak akan berubah.”
- Naomi Ishida kepada Danny Jo

*****

3/5 Bintang untuk keunikan daya tarik buku ini, jadi pengen baca ulang Tetraloginya :p

3 comments:

  1. jadi isinya hanya kutipan-kutipan dari 4 buku itu?

    ReplyDelete
  2. cuma kutipan? banyak gk? apa gk ada cerita2 apa gitu,,?

    ReplyDelete