Saturday, March 1, 2014

(Secuil) Tentang (Karya) Penulis : Windhy Puspitadewi

(Secuil) Tentang (Karya) Penulis : Windhy Puspitadewi

Sebulan kemarin, bulan Februari, aku berhasil menyelesaikan baca sebanyak 11 buku. Alhamdulillah. Dan dari 11 buku itu, 5 diantaranya buku karya Windhy Puspitadewi.


Urutan di atas bukan berdasarkan tahun terbit ya, itu urutan dari yang aku baca lebih dulu di bulan kemarin. Sebenarnya kecuali Incognito semuanya sudah pernah aku baca sebelumnya, tapi hanya Morning Light yang sudah penah aku buat reviewnya. :D

Awalnya, bulan kemarin nggak ada niatan untuk baca buku dari 1 penulis secara marathon. Tapi saat akhirnya baca Incognito yang ada jadi pengen baca buku Windhy lainnya dan yang keinget adalah Confeito.

Setelah lihat rak buku lagi, yang biasanya aku atur di mana buku-buku dengan penulis yang sama aku jadikan satu ternyata ada buku-buku lain milik Windhy yang aku punya yang ternyata aku jadikan satu dengan penulis lain. Kenapa? Karena nama mereka mirip >,< Windy Ariestanty dan Windry Ramadhina. Miripkaaaan. :D

Kembali ke buku-buku Windhy Puspitadewi. Ada satu hal yang sepertinya selalu “dibawa” olehWindhy dalam tulisannya, yaitu “ada beberapa hal yang harus dikatakan baru bisa dimengerti” walau dibeberapa novelnya tidak dituliskan dengan persis seperti itu. :D

Buku Widhy yang aku baca bisa dikatakan semua bercerita tentang persahabatan. Dari 5 buku yang aku baca 4 diantaranya tokoh-tokohnya bersahabat, dan ada kemiripan di awal persahabatan mereka. Tetapi menariknya, Windhy berhasil membawakan masing-masing cerita dengan unik. Jadi walau memiliki beberapa kesamaan, maka kalaupun membacanya secara marathon tidak membuat bosan.

Dari kelima buku itu yang paling aku suka adalah Incognito, karena Windhy bisa membuat aku penasaran, tak hanya penasaran ingin baca karya Windhy lainnya juga penasaran pengen baca buku-buku yang disebutkan dalam Incognoto, juga pengen tahu tentang sejarah-sejarah yang ada di buku itu!

Dan diantara buku itu yang pengeeeen banget ada kelanjutannya adalah Confeito. #eaaa #mulaiiii

Dari buku karya Windhy yang aku baca kan setipe semua tuh, teenlit, jadi pengen deh misal Windhy nulis yang semacam metropop gitu... ;)

Tentang sosok Windhy sendiri, bisa dikatakan aku tidak mengenalnya hanya tau dari twit-twitnya. :) Sepertinya, ramah.  Beberapa mention aku dibales kok. Seneng karena walau reviewku masih ecek-ecek tapi Windhy nge-RT loh :D Sempat menanyakan tentang kelanjutan Confeito, tetapi katanya ditolak editornya. Aaaaah semoga suatu saat bisa diterbitkan.

Dan dari twitternya juga tahu kalau sebentar lagi, bulan Maret (insyaALLAH) ada lagi buku Windhy yang akan terbit. Buku lanjutan dari Touche, dan aku belum punya buku pertamanya. Waaaah sepertinya harus hunting nih. :D Oia satu lagi buku Windhy yang aku belum punya sHe. Ah, semoga suatu saat bisa punya. :D

Oia, beberapa waktu lalu di twitter Windhy sempat ada yang bilang Windhy adalah Kakak berwajah misterius.



Dan karena twit itu akhirnya aku buka satu-satu buku Windhy di bagian Profile, dan memang dibeberapa buku, (dari yang aku punya) sejak buku terbitan GagasMedia memang foto yang dipajang yang terlihat hanya bagian mata, sedang bagian wajah lainnya tertutup buku. 














Misterius? Ah, nggak ah… coba buka buku karya Windhy yang lain deh :p

Posting ini bukan hasil wawancara, karena masih belum PD nih mau wawancara. :D Ini hanya penilaian dari hasil baca buku Windhy secara marathon dan ngefollow twitternya di @windhy_khaze.


Tentang Windhy Puspitadewi (copas dari GR) :

Buat cewek yang lahir tanggal 14 Februari ini, menulis merupakan caranya berbagi pikiran, perasaan, mimpi, imajinasi, dan cita-citanya dengan orang lain. Ia ingin tulisannya bisa menggugah dan menginspirasi pembacanya, sama seperti tulisan kedua tokoh yang pertama-tama menginspirasinya untuk menulis: almarhum Umar Kayam dan Jostein Gaarder.

Banyak yang mengira Windhy mengoleksi kutipan orang-orang terkenal (mulai dari Ralph Waldo Emerson sampai Detektif Conan) yang sering ia selipkan dalam novel-novelnya. Padahal sebenarnya ia hafal! Kata-kata yang bagus itu langsung menempel hingga sewaktu-waktu dibutuhkan, ia tinggal mencomotnya dari ingatan dan sesekali mengecek ke Oom Google supaya lebih akurat. 
 

1 comment: