Wednesday, March 27, 2013

The Naked Traveler 4





Judul : The Naked Traveler 4
Penulis : Trinity
Penerbit : BFirst
Tebal :
ISBN :

Sinopsis :

Jalan-jalan bersama Trinity memang tak ada habisnya. Tiga seri laris The Naked Traveller ternyata tak cukup untuk menceritakan pengalaman seru Trinity menjelajah ke berbagai negara. Sesuai ciri khasnya, Trinity mampu memberikan “kesan baru” pada setiap tempat yang ia singgahi. Selalu ada kejutan yang akan membuat kita melakukan refleksi.

Kali ini, kita akan diajak untuk menikmati Afrika, makan zebra di Namibia, dipenjara dan ketemu hiu putih raksasa, eksisnya Ladyboys di Thailand, sampai dipalak anak kecil di Kalimantan. Tambah lagi, kita juga bakal tetep sirik setengah mati sama cerita Trinity yang makan sushi paling enak sedunia dan nonton festival Unta di Pushkar.

Bersiap-siaplah dengan virus Trinity yang kali ini lebih seru!

*** 


Seperti biasa buku ini dibagi dalam beberapa bab, yaitu ‘Indonesiana’, ‘Welcome To Afrika’, ‘Jalan-Jalan Murah’, ‘Mengaduk Perut’,’Cinta Laut’, ‘Pelajaran Penting’, ‘Sial!’, ‘Mari Berkelana’, ‘Yang Unik’.

Dari bab ‘Indonesiana’ Trinity menceritakan hal-hal yang WOW! Yup, setelah baca cerita Trinity dibuku 3 dengan pada bab Cinta Indonesia, awalnya mengira ceritanya seperti di bab itu hanya mungkin ditempat yang berbeda lagi. Tapi ternyataaaaa… bener-bener WOW! Terlebih saat masuk subbab Dipalak Anak Kecil. Ckckckck!

Afrika, waaaah banyak hal baru yang ternyata selama ini aku salah kaprah memandang tentang Afrika. Selain memang aku jarang googling masalah Afrika, pokoknya yang terbayang saat orang bilang Afrika adalah panas, gersang, orangnya berkulit hitam, tempat negara miskin… duuuuh pokoknya yang jelek-jelek dah. Ternyata salah, sesalah-salahnya pandangan saya itu. Ckckck!

Jalan-jalan murah? Wah siapa yang nggak mau? Berikut ini bisa dibilang tips dari Trinity. Memang benar saat kita kuliah itulah saat yang paling tepat untuk memulai petualangan. Selain waktu yang tidak terlalu padat, karena dari awal semester kan bisa kita tentukan sendiri jadwalnya, juga kalau kita kuliah ditempat yang jauh dari orang tua bisa dikatakan lebih ‘bebas’.

Bab ‘Mengaduk Perut’, ini buat iri saat Trinity bercerita tentang pengalamannya menikmati seafood dari berbagai belahan dunia. Akkkk… rasanya pengeeeeen bisa merasakan makan ikan yang segar, begitu ditangkap langsung dimasak. >,<

Yang lebih buat mupeng adalah bagian bab ‘ Cinta Laut’. Duuuuuuuh… cerita tentang Raja Ampat yang seakan tak ada habisnya. Juga cerita tentang pantai-pantai yang spektakuler, dan itu bukan dibelahan dunia lain… ada sembilan pantai di INDONESIA yang menurut trinity paling nikmat untuk BERENANG!! Iyap, di INDONESIA!!! *langsung nabung buat berenang* #eh!

Pada bab ‘Pelajaran Penting’ saya setuju se-setuju-setuju-nya dengan pendapat Trinity tentang toleransi beragama. Juga makin mupeng ikutan UWRF!

Ada yang lucuk di bab ‘Sial!’. Yaitu bagian subbab : ‘Mulutmu, Harimaumu’. Sumpah ngakak bacanya, gimana nggak ngerasani/ngomongin orang kadang itu memang jadi hiburan tersendiri, terlebih kalau bisa didepan orangnya langsung tanpa orangnya ngerti kalau kita omongin. Diluar negeri yang mungkin di tempat yang tidak banyak orang Indonesianya mungkin bisa terjadi, tapi apa jadinya kalau ternyata walau sudah di luar negeri sana kita ngomongin orang pake bahasa Indonesia eeeeeh… ternyata orangnya itu adalah orang Indonesia!!

Cerita tentang ‘Fakta Situs Ziarah Israel’ buat aku menarik dari bab ‘Mari Berkenalan’. Lebih mengenal situs bersejarah, mengetahui apa yang terjadi berabad-abad lalu itu sungguh menarik (buat aku).

Di bab ‘Yang Unik’ suka dengan cerita Wisata ke Perusahaan Jepang. Sudah jadi rahasia umum kalau etos kerja Jepang patut diacungi jempol sebanyak-banyaknya. Saat di Indonesia kita tidak bisa dengan mudah masuk ke sebuah perusahaan untuk mengetahui proses produksinya, di Jepang semua itu seakan dibuka untuk umum. Seperti menunjukkan bahwa mereka siap bersaing, sedangkan kita… argh! apa bisa disebut menghindari persaingan (yang tidak mungkin dihindari).

***

Buku keempat ini, mungkin tak jauh beda dengan buku-buku sebelumnya terutama dari cara bertutur Trinity yang ceplas ceplos, ngalir, dan enak untuk dibaca. Yang berbeda di buku ini semua ceritanya disusun lebih teratur, cerita yang nggak nanggung karena diulas lebih dalam untuk satu perjalanan. Seperti saat cerita tentang Afrika dan Raja Ampat. :)
Mungkin ada bagian yang terkesan Trinity menjelekkan negara sendiri, tapi kalau memang begitu adanya ya memang nggak usah ditutupi. Hanya berharap semoga saja ada pihak pemerintah atau yang bertanggung jawab atas pariwisata yang membacanya dan akhirnya tergerak untuk lebih peduli pada keadaan wisata Indonesia.

3/5 Bintang untuk cerita Raja Ampat yang sumpah bikin mupeng >,<
 


No comments:

Post a Comment