Friday, January 10, 2014

Harmoni



Judul : Harmoni
Penulis : Wulan Dewatra & Ollie
Penerbit : GagasMedia
Tebal : 278 Halaman
ISBN : 978 979 780 559 3

Sinopsis :

Seperti cerita di dalam novel, kau dan aku adalah karakter yang dikendalikan narator. Dibuatnya kita jatuh cinta, didorongnya kita untuk saling mengumbar kata sayang. Untuk beberapa waktu lamanya semuanya terasa tak bercela, kau dan aku sama-sama yakin akan selalu bersama selamanya.

Tapi di bab-bab selanjutnya, sang narator entah kenapa jadi sangat kejam. Semua berubah dan yang tersisa du hati kita hanyalah dorongan untuk saling menyakiti. Aku tak pernah tahu entah sejak kapan aku mulai menyangkal artimu bagiku. Kau pelan-pelan menjauh. Tak menyisakan apa pu kecuali perih yang menyayat hati.

Cerita kita akhirnya bertemu ujungnya, tapi benarkah kau kini mulai melupakanku? Sudah tak sudikah kau menyimpan memori tentangku di benakmu? Atau, apakah kau memilih untuk terus merutuki garis nasib kita yang tak lagi bersimpangan?

Kusampaikan rasa penasaranku pada sang narator.
Rahangnya terkatup, malah larut dalam sunyi cerita.

Ah, mungkin memang sudah nasib kita.
Seperti malam tak berbitang, hatimu dan hatiku akan terus dibiarkan bertanya-tanya dalam remang…

***

Gagas Duet ke empat yang kubaca setelah Beautiful Mistake, Bittersweet Love, dan Fly to the Sky.

Karya dari Ollie, Coelho & Us, bercerita tentang Ryan dan Liliana yang berkenalan disebuah café buku. Walau mereka berkenalan di café buku tak serta merta menunjukkan bahwa mereka berdua suka akan buku. Liliana, ya memang ia digambarkan sangat suka buku, Paulo Coelho adalah salah satu penulis favoritnya, dan dia juga merupakan seorang penulis. Sedang Ryan, ia sama sekali tak suka buku. Namun perkenalannya dengan Lilian mengubah semua. Bukan… bukan tentang kecintaannya tentang buku. Banyak hal yang terjadi setelah perkenalan mereka di café buku itu.

Sang Angkuli, karya Wulan Dewatra, bercerita tentang Andien yang merasa bahwa dirinya terkutuk, sedangkan Gara yang bisa dikatakan seorang playboy sejati. Walau mungkin diawali dengan pengenalan tokoh yangsepertinya memiliki prilaku buruk tetapi tetap keduanya memiliki kelebihan. Mereka berdua yang mungkin terlihat seperti bumi dan langit ternyata menjalin hubungan, walau mungkin hubungan itu tetap bisa berjalan karena Andien yang sepertinya memberikan kebebasan untuk Gara bersama perempuan lain, dan Gara sepertinya berpikir bahwa saat ia bersama perempuan lain Andien tak mengetahuinya. Hingga suatu ketika akhirnya mereka berpisah, tetapi ternyata perpisahan itu justru membuka semuanya.

***

Cerita dalam Harmoni tipenya sama dengan Beautiful Mistake, yaitu dua cerita yang berdiri sendiri-sendiri.

Untuk karya Ollie, menunjukkan sekali bagaimana ia mengidolakan Paulo Coelho. Selain banyak qoute dari buku Paulo Coelho – The Alchemist Ollie juga menghadirkan cerita tentang bagaimana Paulo Coelho menjadi seorang penulis, yup dan aku suka banget dengan bagian ini. :D Dibandingkan perjalanan cinta Ryan dan Lilian, aku lebih suka tentang bagaimana buku The Alchemist itu akhirnya bisa membuat Ryan berubah. Walau awalnya ia membaca buku itu bukan karena ia suka akan buku itu, tetapi karena demi usaha mendekati Lilian, namun cerita bagaimana Ryan berubah karena membaca buku itulah yang aku suka.

Sempat merasa aneh saat Lilian awalnya seperti langsung nggak suka pada Ryan saat tau bahwa ternyata Ryan tak suka akan buku. Sedikit terasa dangkal (buatku).

Sedang untuk karya Wulan, sedikit banyak bisa metebak jalan ceritanya, walau tentunya ada yang meleset. Awalnya nggak menduga bahwa ternyata Andien ternyata tak sekedar berteman dengan Gara, dan saat mengetahuinya jadi bertanya-tanya mengapa Andien merasa menjadi orang yang terkutuk, jika ia bisa menjalin hubungan dengan Gara yang notabene bisa dikatakan sebagai seorang yang cukup terkenal dan disukai banyak perempuan di kampusnya. Dan itu sedikit demi sedikit terkuak.

Menarik, jika mungkin selama ini yang disorot adalah bagaimana orang memperlakukan orang yang terjangkit virus HIV tetapi kali ini diajak untuk melihat sisi seorang ODHA. Andien yang begitu menjaga orang yang dikasihinya supaya tidak tertular, walau akhirnya ia sendiri menjadi terlihat aneh karena tingkahnya itu.

Saat baca bagian Ollie ini langsung ketebak kalau buku ini seperti Beautiful Mistake yang masing-masing ceritanya terpisah. Akhirnya karena ceritanya terpisah mencari-cari dimana kesamaan antara kedua cerita ini hingga akhirnya dijadikan satu dalam project Gagas Duet. Daaaaaan… aku tidak menemukan benang merahnya. -_-“

Apakah mungkin dari kalimat yang tertulis di sampul?

Kadang, cinta yang tak terucap itu, akan lebih jelas terdengar.

Malah sepertinya tulisan itu tidak menggambarkan keduanya. -_-“

Sedang untuk sinopsis memang bisa dikatakan menggambarkan kedua cerita, tapi menjadi seperti terlalu dipaksakan, karena ada bagian dari sinopsis yang terasa berlebihan untuk cerita pertama, dan bagian yang lain berlebihan untuk cerita yang kedua. -_-“

2,5 (3 di GR) / 5 bintang.



No comments:

Post a Comment